Rumah Tingkat Minimalis dan Keharmonisan Keluarga

Tidak bisa dipungkiri bahwa rumah tingkat minimalis akan memberikan lebih banyak ruangan bagi keluarga kita. Namun demikian, apakah sebenarnya kita membutuhkan semua ruangan tersebut ataukah itu hanya keinginan tidak beralasan saja? Belum lagi, kita juga harus membayangkan betapa melelahkannya jika harus selalu naik turun tangga setiap hari dan tidak pernah hanya sekali setiap hari.
Itu masih ditambah lagi dengan pekerjaan rumah tambahan, yaitu memersihkan tangga. Membersihkan tangga sedikit sulit karena terdapat berbagai sudut yang sulit dijangkau sehingga mungkin terjadi pengumpulan debu di daerah-daerah tersebut. Selain itu, kita ketika kita membangun rumah, kita harus benar-benar memikirkan efeknya pada keharmonisan keluarga. Tahukan Anda bahwa bentuk rumah akan menciptakan keharmonisan yang berbeda?

Rumah dua lantai menyedian banyak ruangan pribadi di mana anak dapat bersembunyi dan melakukan kegiatannya sendiri, terpisah dari orang tuanya. Memang semua orang berhak untuk mendapatkan privasinya masing-masing, namun demikian, jika ruangan tersebut bersama kamar tidurnya berada di atas, sementara semua kegiatan keluarga diharapkan untuk terjadi di lantai bawah, maka besar kemungkinan anak tidak ingin bergabung bersama.

Lain halnya jika semua kegiatan, pribadi atauapun bersama terjadi pada lantai yang sama. Anak dan orang tua mungkin tidak berada pada satu ruangan, namun mereka bisa saling mendengar dan akhirnya akan lebih mudah untuk membujuk anak untuk bergabung pada kegiatan bersama. Semakin anak menjelang dewasa, semakin sulit untuk mengajaknya beraktifitas bersama keluarga karena ia telah merasakan kenyamanan bergaul bersama teman-teman sebayanya. Jika anak dibiarkan bermain tanpa pengawasan, maka pada masa remaja, mungkin saja anak akan terjerumus pada berbagai masalah kenakalan remaja yang akan disesalinya.

Tanpa harus diajari mengenai kebutuhan akan privasi, menjelang remaja dan dewasa, biasanya anak akan semakin suka menghabiskan waktunya di dalam ruangan kamarnya sendiri. Orang tua harus meminta ijin sebelum bisa memasuki ruangan kamarnya. Jika sudah begitu, maka sebaiknya kamar anak tetap diusahakan sedekat mungkin dengan kamar orang tua dan ruangan umum seperti ruang keluarga, ruang makan, dapur dan kamar mandi. Mengurangi jarak fisik secara tidak langsung akan membantu mengurangi jarak emosional. Jarak emosional akan terkikis jika sering terjadi pertemuan.


Keharmonisan keluarga berawal dari keterbukaan semua anggota keluarganya dan keterbukaan anggota keluarga terjalin karena adanya rasa kedekatan dan kepercayaan. Jika kita berada di dalam satu rumah, namun anak tidak merasakan kedekatan dan kepercayaan dari orang tuanya, maka lambat laun ia akan semakin menjauh dan menutup diri. Ketika anak menutup diri dari orang tua, maka akan sulit bagi orang tua untuk mengajarkan anak hal hal yang baik ataupun membantu anak menyelesaikan masalah yang mereka hadapi dan menyulitkan mereka.
Rumah Tingkat Minimalis dan Keharmonisan Keluarga | Wadi Son | 5